Selasa, 04 Juni 2013

Explaining Chart

Nama : Mayang Veva Dewayani
NPM : 29210294
Kelas : 3EB21


Explanation:
·        - There are 59% students who like Blue color. So, 59 of 100 students prefer blue than others color
·        - There are 23% students students who like Red color. So, 23 of 100 students prefer red than others color
·        - There are 10% students who like Green color. So, 10 of 100 students prefer green than others color
·        - There are 8% students who like purple color. So, 8 of 100 students prefer red than others color

Selasa, 30 April 2013

Tuga Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2


  •     Job Advertisment
Iklan lowongan kerja oleh :
Nama / Perusahaan                  : PT. AMANDA GUMULUNG SEJAHTERA
Kategori Loker                       : Administrasi Accounting / Keuangan.
Alamat                                     : Jl. Raya Lenteng Agung No. 100, Lenteng Agung
Lokasi                                     : DKI Jakarta
Syarat Pendidikan                    : D3-S1
Gaji                                         : Negosiasi
Tipe Pekerjaan                         : Kontrak
Tanggal tayang                         : April 28, 2013

Perusahaan Yang bergerak dibidang Kontraktor Mechanical Electrical and General Supplier. Saat ini membutuhkan tenaga profesional dibidang Administrasi Accounting/Keuangan.


Kualifikasi:

-Wanita, Usia Max. 30th
-Pendidikan Min D3-S1, Jurusan Ekonomi Akuntansi
-Pengalaman di bidangnya lebih diutamakan
-Menguasai Microsoft Office dan Program Akuntansi
-Menyusun laporan, control data, analisa data
-Memiliki motivasi kerja & dedikasi tinggi
-Mampu bekerja dalam team & mandiri
-Komunikatif, disiplin dan kreatif


How To Apply:
PT AMANDA GUMULUNG SEJAHTERA
Jl. Raya Lenteng Agung No. 100, Lenteng Agung - Jakarta Selatan 12610
Contact Person: 021-78831956/78830584 (Wieke)
Email : ptamandags@gmail.com







  •  RESUME


MAYANG VEVA DEWAYANI
No.11, JL STM Walang Jaya
Jakarta Utara, DKI Jakarta
08999045659
Email : veva.mayang@yahoo.com


Working Experience
Period         : 2011
Post            : Casir of Es Teler77
Place           : Es Teler 77 – ITC Cempaka Mas

Education Background
Formal
2006 – 2008 : Junior high school at SMPN 121, Jakarta
2008 – 2010 : Senior high school at SMAN 110, Jakarta
2010 – 2014 : Lecture Accounting at Gunadarma University, Graduated with cumulative average of : 3,4

Interest
program to control the accounting for financial statements
and make it easier for corporate decision making .

Skill
- Mastering Microsoft Office and Accounting Program
-Prepare reports, control of data, data analysis
-Have a high motivation to work & dedication
-Ability to work in a team and independently
-Communicative, disciplined and creative

Reference
Mrs Wieke
Jl. Raya Lenteng Agung No. 100, Lenteng Agung

Jakarta Selatan 12610
Contact Person: 021-78831956/78830584 
Supervisor Administrasi & Keuangan
PT AMANDA GUMULUNG SEJAHTERA







·                     Application  Letter


Application  Letter
Jakarta , April 28, 2013

To : Supervisor Administrasi Accounting

PT AMANDA GUMULUNG SEJAHTERA
Jl. Raya Lenteng Agung No. 100, Lenteng Agung

Jakarta Selatan 12610



Dear Sir/Madam,

Thank you for posting your need for accounting staff on http://www.berniaga.com/Lowongan+accounting-12810498.htm, I am available to fill this opening and can begin work immediately after hiring.

I recently obtained my Degree from Gunadarma University. As a graduate in Accountancy, I have acquainted myself with a range of skills that would  allow me to blend with your firm.

From your advertisement, I can see that you are looking for candidates who have excellent computer skills. I have already demonstrated those skills as I was involve computer works such as in Microsoft Office and Accounting Program, Prepare reports, control of data, data analysis.

I have attached my resume for your review and this should give you some idea of my educational qualifications and experience.  However, I look forward to an opportunity to meet with you and further discuss my qualifications.

I enclose my CV for your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for interview.



Sincerely yours,




Mayang Veva Dewayani

Rabu, 27 Maret 2013

TUGAS SOFTSKILL - SEMESTER 6

Nama    : Mayang Veva Dewayani
NPM     : 29210294
Kelas     : 3EB21
Topik     : I Will Tell About My Handphone

I will explain about my phone is SAMSUNG ACE 2.
GALAXY Ace GT-I8160 2 smartphone features enhanced display and use of the premium in a device that is so enchanting. Comes with a powerful dual core processor and faster HSPA HSPA.With a large screen display 3.8 "and a sleek shape and stylish design, minimalist and comfortable.
The original Samsung Galaxy Ace is now an entry level device at best, pushed down the ranks by the weight of two sequels. The Galaxy Ace 2 is next in line and we're talking a proper mid-range device this time. This dual-core smartphone will win no performance awards, but may as well top the popularity charts.


Powerful Dual Core 800MHz Processor
 Simply, modern, strikingly and stylish
GALAXY  Ace 2 continues the tradition with a sleek and sophisticated design with simple style but still rich in functions. Two things are awesome, so simple and modern aesthetic.


Large and Clear 3.8” WVGA Display
With a large screen 3.8 "display surface enough to better enjoy the apps, games, social networking and access any of the functions of the phone. Be more productive and efficient multitasking with thiswide screen.


Satisfies the most demanding usage
One of the greatness GALAXY Ace 2 is able to handle the faster downloads, battery and built-inmemory is greater. Downloading large files like HD movies will be felt quickly with the speed of data transfer that video, gaming or other multimedia content can be yours. Powered by the embedded 4GB memory storage that accommodates all your data.


More Sophisticated Original Touchwiz 4 UX
Equipped with Full latest TouchWiz 4.0, users will enjoy the GALAXY Ace 2 premium models likeuser experience. Begins with smart content initial screen, you will see the advantage of havinginformation that is constantly updated based on your choice - from the weather, newsfeeds, stock infoup at the world - all right at your fingertips.

Here's a clearer discussion of the features on samsung galaxy ace 2 :
Users GALAXY Ace 2 will enjoy the unmatched power thanks to dual core 800MHz processor performance is excellent for heavy use applications. Smart CPU manages power consumptionthroughout the application.

GALAXY  Ace 2 is a great phone if you have an active lifestyle, like the style, always socialnetworking and want the ability but not the optimal value is too high, you can choose this mobilephone.

Kamis, 06 Desember 2012

Tugas 2 softskill (B.Indonesia 2)

PENULISAN ILMIAH

 

  • Arti Kata :

1. bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan: penerbitan majalah -- berkembang dng pesat;
-- populer bersifat ilmu, tetapi menggunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam (tt artikel, gaya penulisan karya ilmiah);
meng·il·mi·ah·kan v menjadikan ilmiah atau bersifat ilmu; mengilmukan: ia tidak dapat ~ hal-hal yg gaib

  •  Pengertian Penulisan Ilmiah

Penulisan Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Dari definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Dari pengertian tersebut secara awal kita dapat mengenal salah satu ciri khas karya ilmiah adalah lewat bentuknya yakni tertulis, baik di buku, jurnal, majalah, surat kabar, maupun yang tersebar di internet, di samping ciri lain yang mesti dipenuhi dalam sebuah karya ilmiah.

  • Macam Karya Tulis Ilmiah

Sesuai dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

1. MAKALAH
Makalah, adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.

2. SKRIPSI
Skripsi, adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.

3. TESIS
Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis.

4. DISERTASI
Disertasi, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.

5. ARTIKEL 
Artikel, merupakan karya tulis lengkap, seperti laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya (KBBI 2002: 66).  Artikel adalah sebuah karangan prosa yang dimuat dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005: 84). 

Artikel merupakan: karya tulis atau karangan; karangan nonfiksi; karangan yang tak tentu panjangnya; karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur; sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya; wujud karangan berupa berita atau “karkhas” (Pranata 2002: 120). 

Artikel mempunyai dua arti: (1) barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar; (2) karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Tetapi, kita akan lebih jelas lagi dengan penguraian Webster`s Dictionary yang mengartikan bahwa artikel adalah a literary compositon in a journal (suatu komposisi atau susunan tulisan dalam sebuah jurnal atau penerbitan atau media massa). Sejak tahun 1980 para jurnalis Amerika sepakat untuk memakai istilah artikel bagi tulisan yang berisi pendapat, sikap, atau pendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya.

6. ESAI
Esai, adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jika penulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah satunya. Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan opini, dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagai analisa akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadar menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini penulis di antara fakta-fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.

7. OPINI
Opini, adalah sebuah kepercayaan yang bukan berdasarkan pada keyakinan yang mutlak atau pengetahuan sahih, namun pada sesuatu yang nampaknya benar, valid atau mungkin yang ada dalam pikiran seseorang; apa yang dipikirkan seseorang; penilaian.

8. FIKSI
Fiksi, satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb adalah hal-hal penting yang memerlukan perhatian tersendiri. Meski demikian, dengan kisah (bisa juga data) yang asalnya dari imajinasi pengarang tersebut, tulisan fiksi memungkinkan kebebasan bagi seorang pengarang untuk membangun sebuah ‘kebenaran’ yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya. Sementara itu, kebebasan yang dimiliki pengarang fiksi tadi di lain pihak juga memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut. Artinya, fiksi sangat memungkinkan adanya multi interpretasi makna. Para pendukung tulisan fiksi meliputi: novelis, cerpenis, dramawan dan kadang penyair pun sering dimasukkan ke dalam golongan ini.


Sumber :
1. Brotowidjoyo, Mukayat D. 1985. Penulisa Karangan Ilmiah. Jakarta: Akademika Pressindo 
2.   Effendi, S. 1987a. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
http://bloggueblog.wordpress.com/2012/04/20/pengertian-ciri-ciri-dan-macam-macam-karya-ilmiah/
http://www.artikata.com/arti-330467-ilmiah.html
http://aryonelmessi.wordpress.com/2011/02/24/penulisan-ilmiah-2/

Tugas Softskill (B.Indonesia 2)

PENALARAN

  • Arti Kata Penalaran 

1. cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran: kepercayaan takhayul serta ~ yg tidak logis haruslah dikikis habis;
2. hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dng nalar dan bukan dng perasaan atau pengalaman;
3. proses mental dl mengembangkan pikiran dr beberapa fakta atau prinsip;

  •  Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

  • Penalaran dibagi 2 macam, diantaranya:

1. Penalaran Induktif

Suatu kegiatan/proses/aktivitas berpikir untuk menarik suatu kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru yang bersifat umum (general) berdasar pada beberapa pernyataan khusus yang diketahui benar.
Contoh :
-Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan

-Ikan Paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
kesimpulan —> Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
 

2. Penalaran Deduktif

Suatu cara penarikan kesimpulan dari pernyataan atau fakta-fakta yang dianggap benar dengan menggunakan logika.
Contoh :
-Laptop adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
-DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
kesimpulan —> semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi 

Sumber :
(http://www.artikata.com/arti-372168-penalaran.html)
(p4tkmatematika.org/downloads/sma/pemecahanmasalah.pdf)

Jumat, 05 Oktober 2012

Artikel Sejarah Bahasa Indonesia


Masa lalu sebagai bahasa Melayu

Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa-bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern.
Aksara pertama dalam bahasa Melayu atau Jawi ditemukan di pesisir tenggara Pulau Sumatera, mengindikasikan bahwa bahasa ini menyebar ke berbagai tempat di Nusantara dari wilayah ini, berkat penggunaannya oleh Kerajaan Sriwijaya yang menguasai jalur perdagangan. Istilah Melayu atau sebutan bagi wilayahnya sebagai Malaya sendiri berasal dari Kerajaan Malayu yang bertempat di Batang Hari, Jambi, dimana diketahui bahasa Melayu yang digunakan di Jambi menggunakan dialek "o" sedangkan dikemudian hari bahasa dan dialek Melayu berkembang secara luas dan menjadi beragam.
Istilah Melayu atau Malayu berasal dari Kerajaan Malayu, sebuah kerajaan Hindu-Budha pada abad ke-7 di hulu sungai Batanghari, Jambi di pulau Sumatera, jadi secara geografis semula hanya mengacu kepada wilayah kerajaan tersebut yang merupakan sebagian dari wilayah pulau Sumatera. Dalam perkembangannya pemakaian istilah Melayu mencakup wilayah geografis yang lebih luas dari wilayah Kerajaan Malayu tersebut, mencakup negeri-negeri di pulau Sumatera sehingga pulau tersebut disebut juga Bumi Melayu seperti disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama.
Masa sekarang sebagai bahasa Indonesia
Dari sudut pandang linguistika, bahasa Indonesia adalah suatu varian bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19, namun mengalami perkembangan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja dan proses pembakuan di awal abad ke-20. Hingga saat ini, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Meskipun saat ini dipahami oleh lebih dari 90% warga Indonesia, bahasa Indonesia tidak menduduki posisi sebagai bahasa ibu bagi mayoritas penduduknya. Sebagian besar warga Indonesia berbahasa daerah sebagai bahasa ibu.
Penutur bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Namun demikian, bahasa
Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di surat kabar, media elektronika, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi.
Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai "bahasa persatuan bangsa" pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.
Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional.